Minggu, 23 September 2018

Perhitungan Jumlah Muatan Dus Nescafe dalam 1 Container 20’

Mata Kuliah : Manajemen Barang
Dosen            : Paul Sipoh Hutauruk, A.Md, SE, MM.
kelas              : S1-MLM'E

Kelompok 4 Cross Docking
Anggota              :

  1. Achmad Donny
  2. Adiyaksa Nur Badrul
  3. Dimas Purboyo
  4. Febby Fanisha
  5. Gintha Syintia
  6. Jihan Fahira
  7. Ninda Junita Indah
  8. Nur Ali Yudhanto
  • FOTO CONTAINER



  • FOTO KARDUS NESCAFE






  • Perhitungan Jumlah Muatan Dus Nescafe dalam 1 Container 20’
Ukuran dalam container 20 feet:
Kapasitas CBM: 5,919 x 2,340 x 2,380= 33 CBM
Kapasitas Berat: 22,1 Ton.

Ukuran kardus Nescafe:
CBM: 0,215 x 0,32 x 0, 135= 0,009288 CBM

Berat:
1 koli Nescafe kaleng 240 ml x 24 kaleng= 5.760 ml
Massa jenis air= 1 g/cm3 atau 1 g/ml
1 g/ml x 5.760= 5.760 gram
= 5,761 kg

Berat kemasan= 0,5 kg
=5,76 + 0,5 kg
=6,26 kg

Ada berapa koli dalam 1 container 20 feet:
Jika perbandingan ukuran cbm container dan koli:
Panjang
=panjang container : panjang koli
= 5,919 : 0,215
=27 koli

Lebar
=Lebar container : lebar koli
=2,340 : 0,32
=7 koli

Tinggi
=Tinggi container : tinggi koli
=2,380 : 0,135
=17 koli

Jadi:
27 x 7 x 17= 3.213 koli = 29,85 CBM
Jika dari CBM:
29,85 CBM : 0,009288= 3.213 koli
Berat:
6,26 kg x 3.213 koli= 20,113 Ton

Kesimpulan:
1 container 20 feet bisa loading sebanyak 3.213 koli Nescafe kaleng.
Berat 3.213 koli Nescafe kaleng tidak melebihi kapasitas container 20 feet yaitu 22,1 ton.
Share:

Jumat, 02 Maret 2018

Perbedaan Sari Roti&Garmelia


Di Indonesia, roti adalah sebuah jenis makanan yang sering disebut dengan cemilan. Padahal kalau dilihat lebih jauh, roti itu mengandung cukup banyak karbohidrat, protein, lemak dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Di supermarket hingga toko-toko retail pun sudah banyak bermunculan gerai-gerai yang menjual berbagai macam jenis dan merk roti.

Dan kami dari kelompok forklift ingin mendiskusikan perbedaan dari roti yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat yaitu Sari Roti dan Garmelia. Mungkin banyak dari kalian yang belum mengetahui tentang roti bermerk Garmelia, roti bermerk Garmelia ini sering dibilang sebagai anak perusahaan dari PT. Nippon Indosari Carpindo yang merupakan distributor dari Sari  Roti. Padahal Garmelia ini diproduksi oleh perusahaan keluarga, lebih tepatnya keluarga Bapak Herry Cahyadi.

Disini kami akan mendiskusikan hal-hal apa saja yang membedakan kedua roti tersebut. Pertama dari soal packaging, menurut kami Sari Roti memiliki packaging yang lebih baik daripada Garmelia. Mungkin jika dilihat sekilas, tidak ada perbedaan dari packaging kedua produk ini, tapi jika dilihat dengan baik tekstur plastik dari Sari Roti lebih tebal dibanding Garmelia.

Yang kedua juga kita membahas tentang segi brand dari kedua produk ini. Dari segi brand, Sari Roti lebih dikenal oleh banyak orang dibandingkan dengan Garmelia sehingga membuat konsumen cenderung lebih memilih Sari Roti karena sudah mengetahui kualitas dari roti tersebut.

Lalu kita juga membahas tentang tekstur fisik dari roti tersebut. Menurut kami, roti Sari Roti cenderung lebih lembut daripada roti Garmelia. Dari toppingnya sendiri pun, Sari Roti memiliki isi yang lebih banyak. Tetapi jika dilihat dari bentuk rotinya sendiri, Garmelia memiliki lapisan roti yang  lebih tebal dibandingkan dengan Sari Roti.

Kemudian kita juga membahas dari segi material, bisa dilihat di kedua roti tersebut komposisi masing-masing roti ini memiliki perbedaan yaitu dari segi protein. Sari Roti lebih banyak mengandung protein yaitu 4g, sedangkan Garmelia mengandung protein sebanyak 3g.

Setelah kami kelompok forklift melakukan presentasi pada diskusi ini, terdapat pertanyaan dari beberapa kelompok. Yang pertama dari kelompok Antonov yang menanyakan perbedaan harga dari kedua produk itu, untuk Sari Roti seharga 4000 sedangkan Garmelia seharga 3500. Pertanyaan kedua dari kelompok Crane bertanya tentang ingredients dari masing-masing roti, untuk Sari Roti Tepung gandum, air, gula pasir, lemak reroti (mengandung antioksidan BHA), ragi, garam, susu bubuk, omega3 (mengandung antioksidan tokoferol), pengemulsi nabati dan perlakuan tepung (mengandung antioksidan asam karbonat), pengawet kalsium propionat sedangkan untuk Garmelia yaitu Tepung Terigu, Coklat Pasta, Margarin, Gula, Telur, Susu UHT Ragi, Garam, Pengembang Roti, Kalsium Propionat.

Pertanyaan ketiga dari kelompok Gudang menanyakan dimana untuk menemukan kedua produk tersebut, biasanya kedua produk ini dapat ditemukan di supermarket atau warung-warung terdekat. Mungkin untuk produk Sari Roti sudah ada di banyak toko-toko sekitar, tetapi untuk produk Garmelia biasanya hanya ditemukan di supermarket besar yang menjual segala merk roti. Pertanyaan terakhir dari kelompok Feeder Vessel menanyakan perbedaan berat kedua produk, untuk Sari Roti berat bersihnya 49g sedangkan Garmelia juga memiliki berat bersih 49gr.

Share:

Minggu, 25 Februari 2018

STMT Trisakti Jakarta dan Manajemen Logistik Material


  1. Sejarah singkat STMT Trisakti
Pada tahun 1970 STMT Trisakti dikenal dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti. Berdasarkan dengan Keputusan Mendikbud No.0332/O/1985 tanggal 27 Juli 1985 berubah menjadi Akademi Administrasi Niaga Udara Trisakti.
Tanggal 6 Desember 1986 berdasarkan Keputusan Mendikbud No.0860/O/1986, status dan nama lembaga ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti ((STMT Trisakti).Ketika itu STMT Trisakti mengelola 2 (dua) jenjang pendidikan, yaitu: a. Jenjang Pendidikan D.III b. Jenjang Pendidikan D.IV
Tahun 1986, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma IV untuk Program Studi Manajemen Transpor Darat (D.IV MTD), berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor : 0895 / O / 1986 tanggal 29 Desember 1986.
Tahun 1993, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III untuk Program Studi Manajemen Transpor Laut (D.III MTL), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 481/DIKTI/Kep/1993 tanggal 13 Agustus 1993, dengan Status TERDAFTAR.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 18/DIKTI/Kep/ 1998 tanggal 26 Januari 1998, Program Studi Diploma IV (D.IV) berubah menjadi Program Studi Strata 1 (S.I) Manajemen, dengan konsentrasi :
  • Manajemen Transpor Udara (MTU)
  • Manajemen Transpor Darat (MTD)
  • Manajemen Transpor Laut (MTL).
Pada tahun 1998, STMT Trisakti memperoleh izin menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Logistik dan Material (D.III MLM), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 194/DIKTI/Kep/1998 tanggal 15 Juni 1998, dengan Status Terdaftar.
Pada tahun 2005, STMT Trisakti memperoleh izin operasional untuk penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Transportasi dan Logistik berdasarkan surat DIKTI No. 646/D/T/2005 tanggal 3 Maret 2005.
Program Studi
Jenjang Pendidikan Diploma Tiga (D.III)
  • Program Studi Manajemen Transpor Udara (MTU)
  • Konsentrasi Manajemen Bandar Udara (MBU)
  • Program Studi Manajemen Transpor Laut (MTL)
  • Program Studi Manajemen Logistik dan Material (MLM)
Jenjang Pendidikan Strata Satu (S.I) 
  • Manajemen Transportasi Udara (MTU)
  • Manajemen Transportasi Darat (MTD)
  • Manajemen Transportasi Laut (MTL)
  • Manajemen Logistik dan Material (MLM)
Jenjang Pendidikan Strata Dua (S.2)
  • Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Udara
  • Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Darat
  • Konsentrasi Magister Manajemen Transpor Laut
  • Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Logistik

Status Akreditasi Program Studi

Berikut ini daftar akreditasi jurusan Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti beserta masa berlakunya.
  1. Manajemen Logistik dan Material ( D3 ) ( Akreditasi B ) ( Berlaku hingga 10-09-2019 ) ( Status masih berlaku )
  2. Manajemen Transportasi Laut ( D3 ) ( Akreditasi A ) ( Berlaku hingga 13-05-2019 ) ( Status masih berlaku )
  3. Manajemen Transportasi Udara ( D3 ) ( Akreditasi A ) ( Berlaku hingga 27-05-2019 ) ( Status masih berlaku )
  4. Manajemen ( S1 ) ( Akreditasi A ) ( Berlaku hingga 24-08-2018 ) ( Status masih berlaku )
  5. Manajemen Transportasi ( S2 ) ( Akreditasi B ) ( Berlaku hingga 19-05-2019 ) ( Status masih berlaku )


2. Kenapa saya memilih Jurusan Manajemen Logistik dan Material di STMT Trisakti Jakarta?



Awalnya saya tidak berminat untuk masuk kuliah di STMT Trisakti, karena keinginan dari kedua orangtua saya yang menginginkan saya untuk mengambil jurusan Manajemen Logistik dan Material di STMT Trisakti lalu saya berfikir bahwa pendidikanlah yang paling utama dan apa salahnya untuk mencoba. maka dari itu saya mendaftar kuliah, saya mulai masuk kuliah kelas reguler di tahun 2016. saya mengambil  Jurusan Logistik ini karena bidang Logistik ini memiliki prospek kerja yang sangat besar karena setiap perusahaan membutuhkan ilmu Logistik untuk mengurus setiap hal yang berhubungan dengan Barang atau Jasa mereka. Dan alasan yang paling saya suka adalah bidang Logistik ini bisa kerja di Darat, Laut atapun Udara. Kenapa saya pilih STMT Trisakti? Karena sekolah tinggi yang ada jurusan Logistik masih jarang di Indonesia melihat hal ini Bidang Logistik adalah salah satu Bidang dari ratusan Bidang lainnya yang masih kurang peminatnya namun banyak sekali peluang kerjanya.


3. Tujuan kenapa ambil Jurusan ini? 

      Awalnya saya tidak tau ingin mengambil jurusan apa di STMT Trisakti, Saya sering meminta saran teman, saudara, guru, orangtua. Saya sudah mendengarkan mereka yang menyarankan untuk mengambil jurusan MLM. Lalu saya mencari tau semua tentang logistik, karena prospek kerjanya yang sangat bagus kemudian belajar yang dipelajari di transportasi untuk masuk jurusan logistik. saya tahu betul tujuan saya yaitu “lulusan berkualitas dari jurusan ini masih sangat jarang namun keberadaan orang tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan, kegiatan sehari-hari manusia tidak akan pernah berjalan jika kegiatan Logistiknya tidak berjalan. "Logistics play a main role as the Heart of everything Activities In this World". Dan, cita cita saya adalah untuk menjadi seseorang yang handal dibidang Logistik dan mampu membantu mengembangan Kegiatan Logistik di Indonesia. Aamiin 


      4. Rencana setelah Lulus Kuliah ingin Kerja dimana?
      
     Setiap manusia pasti punya planning kedepannya masing-masing ingin bekerja sebagai apa. Planning saya setelah lulus kuliah ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan kemampuan saya di perusahaan Pelindo II. Setelah saya sudah cukup mengumpulkan penghasilan, saya ingin masuk ujian cpns dephub dan mungkin saya akan menjadi wirausaha kalau saya sudah cukup mapan untuk mewujudkan semua itu. 

Terimakasih, salam Logistik.




Share: